Rabu, 26 Februari 2014

Mencari Mantan

Mencari Mantan

Kulari ke hutan, kemudian teriakku
Kulari ke pantai, kemudian menyanyiku
Kemana, kemana, kemana
Ku harus mencari kemana

Dimanakah kamu berada...

Sebuah sajak bukan rima tak puitis apalagi romantis, lahir dari rasa jenuh akibat terlalu lama menyendiri dalam petualangannya mencari mantan

Jumat, 24 Januari 2014

Itu

hati ini batu
otak ini paku
memaku logika pada nurani
entah sampai kapan akan tercipta asa
membiarkan mimpi dimakan waktu

A very long time ago

Yes! It was a long time ago since my last my post in this blog

Bukan karena sibuk atau padatnya aktivitas tapi lebih karena miskin ide dan minim kreativitas. Sedih ya..
Tapi percaya atau nggak, rutinitas itu bisa membunuh dan membuat mati kreasi juga mati gaya. Tau penjara kan? Tempat yang katanya bisa membunuh manusia secara manusia secara perlahan. Nah, penjara paling menyeramkan di dunia ini nga terletak di Guantanamo atau di pedalaman Gurun Sahara, Boven Digul? Juga belum ada apa-apanya. Penjara yang paling-... adalah saat diri kita sendiri menahan semua rasa, akal dan pikiran yang dapat berkembang dan menerawang jauh ke depan, far beyond what we think, beyond our imagination. Dalam artian lain semua rasa, akal dan pikiran terbelunggu dan akhirnya hilang dimakan waktu. Usang dan terenyahkan, lapuk dan dibuang. Sayangkan? Dah dikasih Allah karunia yang teramat sangat luar biasa untuk mampu merasakan yang nga semua makhlukNya bisa rasakan, dikasih akal untuk berpikir dan meningkatkan rasa iman dan takwa. Tapi.. Taak terpakaii

Actually, bukan 100% yang tadi disebut minim lagi post disini. Yang diatas itu cuman sekedar cerita aja, klo rutinitas bisa membunuh juga kalo sebenernya ada loo karunia yang nga dikasih ke semua makhlukNya tapi kita lupa aja..

Just sharing

Klo saya sekarang mahh sedang menikmati sebuah proses. Lagi asik baca-baca buku, lumayan buat nambah khasanah dan perbendaharaan ilmu, lagi asik juga belajar-belajar beberapa hal baru. Juga lagi kena satu rutinitas tapi bedanya insyaaAllah ini nga membunuh karena emang rutinitas yang dihajatkan dari dulu. Yah, juga ditambah klo sempet (+ niat) pas pagi-pagi bisa diusahakan lari pagi buat olahraga plus ngelepas stress. Sebenernya klo kita enjoy menghadapi semuanya dalam hidup, dinikmatin, terus niatnya dari awal berserah diri sama Allah, semuanya dijadiin ibadah, taruh elemen vertikal dalam setiap aktivitas horizontal, inysaaAllah lancar. Aaamin

Semoga kita semua tetap dalam pelindunganNya
Semoga yang kita usahakan di dunia ini adalah ibadah kepadaNya dan hanya untukNya
Semoga kita semua bisa inget Dia dalam semua kesempatan

Selasa, 01 Oktober 2013

PANCASILA KINI

Tepat 48 tahun lalu, tanggal 1 Oktober 1965, terjadi peristiwa yang menjadi lembaran hitam dalam sejarah bangsa kita, Indonesia. Sebagian kelompok ingin memaksakan ideologinya kedalam konstitusi berbangsa dan bernegara dengan cara yang tidak manusiawi. Lagu genjer-genjer menjadi soundtrack pembunuhan berdarah 10 pahlawan revolusi di Jakarta dan Yogyakarta. Pendudukan Kantor Radio Republik Indonesia, penculikan dewan jenderal dan tindakan sadis berikutnya yang dilakukan kelompok tersebut dianggap tindakan yang berlawanan dengan dasar negara saat itu, PANCASILA.

Mari kita lupakan semua konspirasi yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi saat itu. Mari kita lupakan tentang hasil visum 7 jenderal yang dikubur dalam sumur tidak diumumkan dan bahkan dilebih-lebihkan, sebagian orang bahkan berkata pembasmian terhadap kelompok yang dianggap bertanggung jawab yaitu PKI dan terusannya seperti Gerwani lebih sadis. Mari kita lupakan tentang konspirasi untuk menjatuhkan presiden yang berkuasa saat itu, Soekarno dan semua keterlibatan agen asing dalam peristiwa ini. Mari kita fokus pada PANCASILA, lima sila yang menjadi ideologi dan dasar negara, yang semakin tabu untuk dibicarakan saat ini. Perlahan perannya hilang dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara digantikan oleh beragam ideologi ataupun pemahaman yang universal akan PANCASILA.

Kembali kita diajak untuk mundur 5 tahun 1 hari sebelum tanggal 1 Oktober 1965 untuk pertama kalinya PANCASILA diperkenalkan dalam sidang PBB oleh Soekarno. “Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan cita-cita. Jika mereka tak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita itu menjadi kabur dan usang maka bangsa itu dalam bahaya”, inilah yang disampaikan Soekarno saat menyampaikan pidatonya dalam sidang PBB tanggal 30 September 1960 tentang konsepsi dan cita-cita Bangsa Indonesia, PANCASILA. Baru 15 tahun Indonesia merdeka namun suatu konsep yang menarik telah dibawa dalam ranah internasional yang mendapat apreasiasi luar biasa dari peserta sidang. Tapi itu dulu, saat pengaruh globalisasi belum begitu kuatnya seperti sekarang, saat manusia-manusia Indonesia masih satu dalam rasa dan asa.
Naskah Piagam Jakarta

PANCASILA lahir melalui proses yang tidak mudah. Perdebatan sengit dalam sidang pertama BPUPKI selama 4 hari sejak tanggal 29 Mei hinggal 1 Juni 1945, melahirkan gagasan PANCASILA yang masih berbeda dengan apa yang kita kenal saat ini. Soekarno berhasil meramu hasil sidang menjadi lima poin penting yaitu Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme, Mufakat, Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan Yang Berkebudayaan. Saat itu juga dijelaskan kenapa sila tersebut berjumlah lima? Penjelasannya sangatlah sederhana, dalam islam dikenal adanya rukun islam yang berjumlah lima, dalam tradisi jawa dikenal pantangan Mo Limo, belum lagi adanya kesatria jawa yang berjumlah lima yaitu pandawa lima. Wajarlah kita bertanya kenapa tidak tiga atau satu saja? Ternyata kembali Soekarno menjelaskan kalau memang ada peserta sidang yang tidak setuju satu juga tidak masalah karena semua sila yang ada berlandaskan semangat gotong royong. Peserta sidang walaupun terdiri dari beragam kelompok yang mewakili ideologi tertentu menerima apa yang disampaikan Soekarno dan bersiap untuk sidang kedua yang diadakan bulan Juli untuk membahas rancangan undang-undang dasar. Diantara waktu sidang pertama dan kedua, dibentuklah panitia sembilan yang diketuai oleh Soekarno dan berhasil merumuskan piagam jakarta pada tanggal 22 Juni 1945. Piagam jakarta inilah yang akan menjadi acuan pembukaan UUD 1945 yang kita kenal sekarang dan berisi PANCASILA. Jepang yang menjajah Indonesia di tahun 1945 telah berjanji memberikan kemerdekaan pada tanggal 24 Agustus 1945 dan petinggi-petinggi Indonesia saat itu sedang mempersiapkan segala perangkatnya dengan matang namun serangan bom atom Hiroshima-Nagasaki pada tanggal 6 dan 9 Agustus dijadikan celah bagi bangsa Indonesia untuk mempercepat proses kemerdekaan, wajar saja karena Filipina dan Myanmar diberikan kemerdekaan lebih cepat dari seharusnya. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 akhirnya Indonesia menyatakan merdeka sebagai bangsa dan negara dan tanggal 18 Agustus 1945 adalah waktu dimana PANCASILA dan UUD 1945 dijadikan ideologi dan dasar dari segala sumber hukum yang berlaku di Indonesia serta dasar dari konsitusi yang berlaku. Ada hal yang menarik dari perumusan PANCASILA yaitu penghapusan 7 kata pada sila pertama Ketuhanan dengan kewadjiban mendjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Pelajaran yang sangat penting bagi kami generasi saat ini, masukan dari minoritas mampu merubah sesuatu yang fundamental dalam hitungan menit. Suatu proses demokrasi mufakat sudah diajarkan sejak awal lahirnya PANCASILA.

“Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan cita-cita. Jika mereka tak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita itu menjadi kabur dan usang maka bangsa itu dalam bahaya”, inilah yang disampaikan Soekarno saat menyampaikan pidatonya dalam sidang PBB tanggal 30 September 1960 tentang konsepsi dan cita-cita Bangsa Indonesia, PANCASILA. 

Umur PANCASILA kini sama dengan umur negara Indonesia. Seperti bayi kembar, Indonesia lahir sehari lebih dulu dan PANCASILA hadir di hari berikutnya. Semakin tua PANCASILA kekuatannya semakin melemah dan kalah terhadap banyak ideologi lain yang berkembang.

Sila pertama dalam PANCASILA yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa harusnya menjadi landasan moral dan etika dalam aktivitas berbangsa dan bernegara. Sila pertama menekankan bahwa bangsa kita adalah bangsa yang religius dan tidak menempatkan satu agama saja yang dijadikan acuan atau memisahkan ruang antara agama dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Rasanya tidak ada agama yang mengajarkan kepada keburukan. Tapi sayang pemahaman sempit yang tidak didasari semangat gotong royong malah tumbuh subur. Belum lagi semangat primodialisme sempit dan chauvunisme menjadi salah satu faktor konflik horizontal yang sering muncul di media belakangan ini dan jelas bertengan dengan sila ke tiga, Persatuan Indonesia. Belum ditambah banyaknya permasalahan sosial akibat tidak meratanya pendidikan dan kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia padahal jelas sila ke lima berbunyi, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

PANCASILA kini seperti telah kehilangan tempat dalam hati tiap masyarakat Indonesia. Sudah saatnya kembali menjadi bahan introspeksi bagi kita semua bahwa PANCASILA adalah ideologi dan dasar negara, menjadi pondasi utama dari 4 pilar berbangsa dan bernegara.

---
Opini : Suka deh gua sama kata-kata diatas yang muncul dari keprihatinan gua yang nga tau apa-apa tentang bangsa ini. Di saat yang murah cuman mobil dan tahu-tempe malah mahal, PANCASILA memang terkesan sangat-sangat ideal tapi susah untuk masuk ke ranah praktis. Seenggaknya ya boleh lah kalau memahami PANCASILA nga pake pemahaman yang rumit cukup sederhana, misal berlaku adil dengan orang laiinya dengan tidak membuang sampah sembarangan, merokok pada tempatnya, klo naik motor ya jangan lewat trotoar yang jalan kaki kan nga bisa jalan terus klo memang beragama ya belajar jadi tauladan yang baik. Hehhee... emang susah sih tapi nga ada salahnya klo diusahakan. Oiya gua juga bukan ahli tulis dan tafsir jadi kalau ada salah-salah tulis diatas mohon dimaafkan dan disampaikan ya ^_^

Sabtu, 15 Juni 2013

Mengartikan Cinta

Mengartikan Cinta

Cinta itu fitrah yang datang langsung dari Yang Maha Kuasa. Tidak ada yang pernah dalam mencintai ataupun dicintai. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS Ar-Rum [30]: 30). Jika demikian itu halnya agama Allah (Islam), tidak mungkin ada sesuatu yang bertentangan dengan fitrah tersebut. Sungguh sangat rugi orang yang mengingkari fitrah tersebut. 

Cintalah yang memanusiakan manusia, mewarnai kehidupan, dan menerbitkan harapan. Tiada masalah ada cinta pada manusia dan tiada pernah pula Allah karuniakan cinta untuk menyiksa. Layaknya cinta kepada Allah serta Rasul dan Agama yang dibawanya, cinta juga diperuntukkan untuk kedua insan manusia untuk saling mengasihi dan menenangkan. Allah menjadikan rasa cinta antara jenis yang berlawanan, sama seperti Allah jadikan rasa cinta manusia terhadap apa pun yang diinginkan di dunia. Lebih dari itu, Allah menjadikan rasa cinta dan kasih sayang sebagai tanda orang yang beriman. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang (QS Maryam [19]:96).

Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata cinta antara lain diartikan suka sekali, sayang benar, terpikat, merindukan dan lain-lain. Sepertinya setiap bahasa yang ada di dunia memiliki padanan katanya masing-masing untuk kata cinta namun artinya tidak akan jauh berbeda.
Dalam Al-Quran kata yang paling banyak menunjukkan kata cinta adalah hubb yang diulang, dengan berbagai bentuknya, sebanyak 93 kali. Ulama besar pun, Jalaludin Abdurrahman as-Sayuthi (1454-1505 M) melakukan kajian terhadap kata hubb/cinta ini. Menurutnya kata hubb dalam bahasa arab terdiri dari dua huruf yaitu ha’ dan ba’. Pemilihan kedua huruf ini memiliki dasar filosofis yang dalam. Huruf ha’ terucap melalui akhir kerongkongan yang merupakan sumber suara. Tempat keluarnya tidak jauh dari jantung/hati yang merupakan sumber cinta. Sedangkan huruf ba’ lahir dari kedua bibir yang merupakan akhir tempat keluarnya suara. Dengan demikian, kata ini (hubb) menghimpun awal dan akhir sekaligus mengisyaratkan bahwa cinta adalah awal perasaan yang berlanjut hingga akhirnya. Demikian paparan as-Sayuthi ketika melakukan paparan analisis kebahasaan.
Sungguh mulia, Islam mengartikan cinta. Namun apa jadinya bila mencintai sesuatu berlebih-lebihan? Atau menempatkan cinta pada tempat yang tidak semestinya? Makna cinta itu luas maka jagan dipersempit dengan syahwat. Kasih sayang itu terlalu tinggi untuk direndahkan hanya dengan baku maksiat. Islam adalah agama yang mengajarkan cinta kasih. 

Namun kurang tepat bila cinta saling menggantungkan pada makhluk yang saling mencintai. Hanya Allah tempat kedua makhluk tersebut saling menggantungkan dirinya. Sehingga cinta tersebut akan kekal karena Allah adalah Dzat yang Maha Abadi. Tujuh Golongan yg dinaungi Allah dihari kiamat yg tiada tempat berteduh selain yg diizinkan Nya swt, Pemimpin yg Adil, dan pemuda yg tumbuh dengan beribadah pd Tuhannya, dan orang yg mencintai masjid masjid, dan dua orang yg saling menyayangi karena Allah, bersatu karena Allah dan berpisah karena Allah, dan orang yg diajak berbuat hina oleh wanita cantik dan kaya namun ia berkata : Aku Takut pd Allah, dan pria yg sedekah dg sembunyi2, dan orang yg ketika mengingat Allah dalam kesendirian berlinang airmatanya” (HR. Bukhari)
Cinta, cinta dan cinta. Tak akan pernah puas kita untuk membahasnya apalagi bila dihubungkan dengan cinta antar manusia. Sudah jelas cinta adalah fitrah manusia agar saling memberikan ketenangan saat berbuat kebaikan di atas muka bumi ini. Dengan demikian, Allah tidak mungkin melarang cinta hanya saja Dia mengarahkan ke arah yang berdampak baik bagi manusia.
Kalau sudah siap? Pastikan yang dicintai ada rasa juga jangan sampai bertepuk sebelah tangan karena rasanya pasti PAHIT! Habis itu ya langsung samperin orang tua yang dicintai biar waktu halalnya disegerakan donggg.
Kalau mencintai seseorang namun belum siap maka cintailah dia dalam diam dan berdoalah pada Allah karena hanya dia yang sanggup membolak-balikkan hati setiap makhluknya. Karena cinta menuntut kesetiaan dan cinta memikirkan yang dicintai bukan hanya kemarin dan sekarang tapi nanti. (Out of topic) Kalau sudah siap? Pastikan yang dicintai ada rasa juga jangan sampai bertepuk sebelah tangan karena rasanya pasti PAHIT! Habis itu ya langsung samperin orang tua yang dicintai biar waktu halalnya disegerakan donggg.
 —-
Dari buku Perempuan, karya Quraish Shihab dan Udah Putusin Aja, karya Felix Y. Siauw.

Rabu, 05 Desember 2012

Seberapa dekat kamu dengan Quran


Entah kenapa di hari selasa lalu status twitter seorang sahabat menjadi sangat menarik. Rangkaian katanya sangat sederhana namun penuh makna, "seberapa dekat kamu dengan Quran", begitu tulisnya. Tidak hanya sekedar kalimat sederhana yang tersusun indah namun juga disertai foto seorang anak sambil memegang Al-Quran. Sahabat tersebut biasa saya sapa dengan sebutan Bang Dedi dan foto seorang anak itu adalah anaknya, Hafa kalau saya tidak salah. 

Seberapa dekat kamu dengan Quran dan saya langsung terhenyak. 

Beberapa waktu sebelumnya memang kadar iman dalam hati sedang berada pada titik-titik yang rendah. Niat solat tepat waktu selalu tergusur oleh urusan duniawi ataupun rayuan-rayuan setan yang membujuk untuk santai, menikmati apa yang sedang dikerjakan dan mengulur-ulur waktu. Padahal di awal tengah tahun sempat memiliki niatan untuk hidup lebih islami yang dimulai dengan solat tepat waktu, rajin membaca, menghafal dan mengamalkan Quran. Namun seperti roller coaster, iman pun ada naik ada pula turun. Semua tergantung niatan dan usaha yang diinginkan. Ada kalanya naik sangat tinggi namun secara mendadak turun terlalu cepat. Saat itu kadar iman sedang turun-turunnya. Padahal masih ada misi untuk menghafal salah satu surat Quran yang selalu tertunda-tunda mungkin karena rayuan-rayuan setan makin deras disaat kadar iman melemah. 

Sebenarnya di hari selasa lalu bertepatan pula dengan hari jadi saya yang ke 22. Pesan singkat dari orang tua langsung menjadi mood booster saya dalam beraktifitas namun tulisan, "seberapa dekat kamu dengan Quran" menjadi renungan saya hingga larut malam ini. 

Semoga tidak hanya menjadi renungan tapi juga berbuah tindakan. Mendekatkan diri dengan Quran rasanya menjadi kewajiban bagi tiap muslim. Karena hanya dengan Quran kita semakin mengenal Sang Pencipta. Hanya dengan mengenalNya kita akan merasa dekat. Semakin dekat umat dengan Sang Pencipta, semakin tenteram hati ini. 

Karena hanya Dia yang memberikan petunjuk di setiap liku kehidupan. Dan Dia lah yang sanggup memberikan jawaban dari tiap pertanyaan. 

Semoga menjadi renungan untuk diri pribadi masing-masing. 

Amin :)

Senin, 26 November 2012

Sabtu Super

Dari Kota Bandung menuju Dayeuh Kolot dan ditutup dengan Situ Lembang. 

Banjir di Bandung ini unik karena ujung-ujungnya ada di kebijakan kalau kebijakannya aja berantakan keadaan di lapangan pasti lebih berantakan. Kesan pertama begitu hampir sampai di salah satu titik banjir adalah, "kok ini daerah kayak daerah perang ya?". Jalannya bolong-bolong, sangat ramai dengan berbagai macam aktivitas pastinya  riweuh pisan. 

Akhirnya sampai juga di salah satu lokasi banjir. 

Diapit oleh bangunan-bangunan indsutri, sebagian lokasinya juga berada di bawah dataran air sungai wajar sudah kalau sekalinya hujan deras air banjir mudah naik. Belum lagi kalau di hulu sungai citarum hujan deras, daerah ini juga berada persis di samping Sungai Citarum. Masalah banjir memang masalah dari hulu ke hilir dan repot. 

pas lagi ngobrol sama warga tentang banjir di lokasi
Kebijakan pemerintah tidak mendukung rakyatnya, warganya sudah terbiasa banjir. Serba salah kalau dilihatnya salah mending kita melakukan sesuatu yang bisa dilakukan. Lebih ke arah mitigasi non struktural daripada memikirkan perilaku tanggap bencana yang sepertinya warga disana lebih siap dibanding kita. Sangat menarik!!!

Dari Dayeuh Kolot langsung ke Situ Lembang

Cuman buat pelantikan dan diingetin kalo udah tua dan harus segera keluar dari kampus dengan status ST. Amin. Yang lain progresnya dah jauh-jauh, ane masih jalan ditempat. Tolonggg...

Ini catatan random ditengah-tengah menariknya permasalahan sosial yang ada di sekitar dan bingungnya ngerjain TA :D

Minggu, 04 November 2012

Kisah tentang Pejoang Batik Jogja 44

Alkisah, di suatu tempat entah dibagian mana muka bumi ini hiduplah 9 orang yang mendapat gelar Pejoang Batik Jogja 44.
--
Sayang, waktu saya untuk menulis kisah mereka tidak banyak. Nama mereka saat ini sedang heboh diperbincangkan di dunia persilatan. Kelompok biksu pengemis dari utara bahkan rela memberikan sepertiga dari kekayaan mereka hanya untuk mendapatkan informasi keberadaan salah satu dari mereka. Saat ini, Kakak Li si pemilik tinju peremuk tulang dari selatan juga sedang melakukan pengembaraannya mencari markas mereka. 

Langsung saja, saya ceritakan satu persatu kisah hidup mereka. Informasi ini saya kumpulkan dari mulut ke mulut dari tiap desa yang saya singgahi.



Foto disamping ini adalah foto dari OmChin pemilik tendangan dari surga. Cukup sulit memang mencari fotonya, berhubung keberadaannya sulit untuk dideteksi. Konon, salah seorang yang pernah melihat tendangannya bercerita bahwa pada saat itu rasanya sungguh berbeda seperti berada di dunia lain. Sayang orang yang pernah melihat tendangan itu sekarang telah hilang tersesat dalam hutan karena dia buta setelah melihat tendangan dari surga. Dulu sekali, ada kabar yang pernah mengatakan kalau dia sangat suka bermain bola yang ditendang-tendang dan mengidam-ngidamkan dapat bermain untuk sebuah negara dengan warna merah putih, terletak di sebelah tenggara bumi. Saat ini dia dikabarkan sedang dalam pengembaraannya mengejar perompak yang menyandera gadis idamannya, aidnak eksirp, di sebelah utara selat malaka. Yah, walaupun bertepuk sebelah tangan tapi ini cinta :*




Di sebelah kanan adalah foto dari PapaDayat. Perilakunya agak sedikit gila dan sulit diduga namun kabarnya dialah yang dituakan dalam kelompok ini. Tak banyak informasi yang didapat tentang PapaDayat mungkin karena banyak dari kita yang enggan membicarakannya. Kemampuannya juga cukup misterius, ada yang mengaku pernah melihat PapaDayat mengendalikan tanah dan api secara bersamaan tapi yang lainnya sangsi karena belum pernah ada yang sanggup menggabungkan dua elemen secara bersamaan. Foto disamping diambil secara tidak sengaja oleh seorang warga di desa Manteron saat sedang ingin "ehem".




Bayu, The Woman Killer. Kemunculannya sangatlah mendadak dan tiba-tiba terutama bila sedang ada pesta, dia akan datang dan lalu hilang. Jurus yang diandalkannya adalah DDR dan bualan cinta. DDR merupakan jurus gabungan antara totok naga merah dan tarian barat sedang bualan cinta adalah perkataan yang seperti bisa, 90% ampuh untuk perempuan dan hanya 10% pria yang sanggup terkena bius ini. Kedekatannya dengan penguasa-penguasa barat membuatnya lebih memilih kawasan barat dan sekitarnya sebagai tempat bermain.  



The Dick. Entah mengapa inilah nama panggilan yang dia pilih. Menurut cerita yang beredar, semenit sebelum kedatangannya pasti akan terdengar suara, "mengaku bujangan padahal cucunya segudang~~" atau "dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu ~~". Dulu sempat mendalami dunia cipta bangunan namun sekarang lebih memilih mendalami dunia psikologi. Sedikit yang mengerti ada apa di balik itu semua tapi itulah jalan yang dia pilih. Fighting!






Nofan, si Cakar Harimau. Jelas dari namanya jurus andalannya adalah Cakar Harimau. Latihan yang cukup berat sehingga dia harus mempertaruhkan segalanya kalau tidak percaya cek saja luka serius di perutnya. Namun sayang, sekarang racun dari harimau telah menyebar ke dalam hati dan harus mendapat penanganan yang serius. Saat ini ada seorang tabib perempuan muda yang rela mengobatinya dan mereka berdua harus rela berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya agar keberadaannya tidak diketahui.




Ya-Sir julukan dari foto di sebelah kiri ini. Sangat sulit mencari informasi tentang dia. Ya-Sir adalah orang yang paling sering mangkir tiap diadakan forum tahunan Pejoang Batik Jogja 44. Tak ada yang mengerti apa yang dia kerjakan juga tak ada yang mengerti apa jurus andalannya. Satu hal yang pasti dia adalah anggota Pejoang Batik Jogja yang paling tampan dan mempesona, ribuan wanita telah takluk.



Emil, Si Anak Gunung Motor Scoopy. Kisah perjalanannya cukup rumit mungkin bisa dibilang komplit ada asmara sampai politik bahkan. Sebelum masuk kedalam kelompok Pejoang Batik Jogja 44, dia pernah sekali menyalonkan dirinya dalam suatu pemilihan kepala daerah yang demokratis namun gagal tapi dedikasinya tidak pernah berhenti. Dia memang cukup jenius tapi sayang kejeniusannya berhenti bila berhadapan dengan masalah asmara. Sampai sekarang keberadaan dia paling mudah dicari namun sedikit orang yang berminat untuk mencarinya.

Sebenarnya masih ada satu lagi Pejoang Batik Jogja 44. Dia baru saja masuk kelompok ini dan demi keamanan kita semua ada baiknya informasi mengenai dia jangan disebar dulu.

---
Cukup ini informasi yang dapat saya berikan, saat ini saya sedang dalam pengejaran kelompok hati elang. Doakan aku ya!

Minggu, 21 Oktober 2012

perjuangan

ditemani bintang dalam selimut malam
mencari jawaban dari tiap pertanyaan
dimana pelabuhan terakhir itu berada?
apakah setiap rasa akan berbalas?
dan akhirnya setiap tanya dijawab oleh tanya

bukannya langit tak bertuan
atau bumi tak dipijak

setiap tanya haruslah ada jawabnya



Kamis, 11 Oktober 2012

Opini

Dari balik jendela ruangan CRS terdengar sayup-sayup riuh diskusi mahasiswa. Ada yang mempertanyakan kinerja pemerintah 8 tahun belakangan ini, namun ada pula yang bercerita ke temannya gimana sih cara deketin si A, si B atau si-si lainnya.

well, itulah hidup.
Nga 100% jelas kedengaran tapi cuman sayup-sayup.

Stand Up Comedy memang lawakan yang baru. Beda dari yang pukul-pukulan pake stereofoam sama yang teriak "Lempar Air".

Yah, bolehlah dicoba.

Nga ada kata keluar bukan berarti nga punya pendapat. Punya pendapat nga berarti berani bertindak. Berani bertindak nga selamanya benar. Benar dan salah ada yang tentuin.

Menikmati seteguk air. Membasahi kerongkongan. 

Minggu, 09 September 2012

Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia


Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Indonesia
Oleh: Maundri Prihanggo/15108021

diambil dari Tugas Kebijakan Iklim

Beberapa tahun belakangan, perubahan iklim menjadi topik hangat di berbagai belahan dunia dikarenakan dampaknya yang mulai terasa. Tidak menentunya pola curah hujan dan kejadian iklim ekstrem, meningkatnya suhu udara juga peningkatan muka air laut adalah sedikit dari dampak yang terasa akibat perubahan iklim secara global, hal-hal tersebut tentunya berakibat pada perilaku manusia yang hidup di muka bumi dalam berbagai sektor seperti pertanian, sosial dan ekonomi serta lainnya.
ilustrasi akibat dari perubahan iklim
Dalam perubahan iklim, mitigasi akan memiliki peran yang cukup besar karena menyangkut usaha untuk mengurangi dampak perubahan iklim sedangkan yang menyangkut perilaku makhluk hidup untuk mempersiapkan diri terhadap perubahan iklim termasuk dalam langkah-langkah adaptasi.

Khusus di Indonesia, dampak perubahan iklim sudah mulai terasa. Sebagai negara yang berada di kawasan tropis, sebagian kawasan pesisir di Indonesia sudah mulai merasakan adanya kenaikan muka laut juga bagi masyarakat Indonesia yang menggantungkan dirinya pada sektor pertanian mulai bersiap-siap untuk mengantisipasi panen yang tak menentu. Mengingat Indonesia adalah negara maritim yang tidak hanya mengandalkan perekonomiannya pada sektor laut tapi juga darat maka tindakan-tindakan yang mengusahakan adaptasi dan mitigasi harus mulai dilakukan.


Dikarenakan dampak dan sumber dari perubahan iklim ini bersifat lintas sektoral sehingga berbagai macam pihak harus turut serta berperan dalam usaha mitigasi dan adaptasi juga diperlukan adanya usaha pengembangan dan inovasi teknologi maka beberapa hal dapat direkomendasikan sebagai berikut. Pertama, dukungan dan penajaman kebijakan fiskal, seperti meningkatkan alokasi Research and Development di bidang pertanian dan basis sumberdaya alam lain yang relevan. Kedua, pemberian insentif dan fasilitasi bagi peningkatan peran swasta dalam Research and Development, terutama yang berhubungan dengan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.  Ketiga, perbaikan kerjasama antara akademisi, pemerintah, swasta dan masyarakat (academics, business, government and civil society) dalam mengembangkan dan mewujudkan sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Di sinilah esensi besar bahwa solusi perubahan iklim dalam kerangka teknis dan kerangka struktural kelembagaan tetap harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat dan masa depan pertanian Indonesia.

Sumber:

Teori Lempeng Tektonik

Plate Tectonic Theory
Teori Lempeng Tektonik

Diambil dari tugas PL3002-Aspek Kebencanaan Dalam Perencanaan

Teori lempeng tektonik merupakan teori yang berkembang di tahun 60an dan diperkenalkan oleh J. Tuzo Wilson. Jauh sebelum tahun 60an, Alfred Wegener mengemukakan pendapatnya tentang benua yang terapung pada beberapa kesempatan di forum ilmiah internasional namun ditolak dan pendapat Wegener inilah yang menjadi landasa berpikir tentang teori lempeng tektonik.
Tektonik berasal dari bahasa Yunani, memiliki arti “berkaitan dengan konstruksi” sebagian yang lain menyebutnya dengan struktur sehingga teori lempeng tektonik mejelaskan tentang pergerakan lempeng di permukaan bumi sekaligus menjelaskan aktivitas geologi yang ada. Terdapat beberapa lapisan pada bumi, yaitu kerak (crust), mantel (mantle), inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core). Kerak bumi merupakan lapisan terluar yang terdiri dari continents dan ocean basin, selanjutnya mantel yang memiliki konsentrasi terbesar dari panas bumi dan terdiri dari dua bagian yaitu mantel dalam dan mantel luar dengan ketebelan kedua bagian tersebut sekitar 2900km. Selanjutnya lapisan paling dalam bumi yaitu inti luar dan inti dalam, bersama dengan mantel dalam ketiganya termasuk sebagaii bagian dari lapisan astenosphere bumi. Di atas lapisan astenosphere terdapat lapisan litosphere, mantel luar dan kerak bumi,  dimana proses lempeng tektonik terjadi. Bila kerak, mantel dan inti bumi dibagi berdasar pembentuk lapisannya maka pembagian lapisan bumi menjadi lapisan litosphere dan astenosphere berdasar proses mekanis yang terjadi.
 Jenis-jenis dari pergerakan lempeng tektonik:
1     
      Divergen
Pada pergerakan divergen, dua lempeng bergerak saling menjauhi. Saat kedua lempeng tersebut saling mejauhi maka magma yang terdapat di bawah lapisan litosphere akan bergerak ke atas sehingga membentuk deretan gunung api bawah laut contohnya adalah dereten gunung api bawah laut pada laut antartika yang juga makin menjauhkan benua Eropa dengan Benua Amerika

2.      Konvergen
Pergerakan jenis konvergen terjadi saat lempeng dengan densitas lebih padat bertemu dengan lempeng yang densitasnya kurang padat sehingga lempeng dengen densitas kurang padat tersebut terdorong ke lapisan mantel luar. Kejadian ini sering terjadi di daerah zona subduksi, daerah cincin api, sehingga frekuensi terjadinya gempa bumi cukup besar akibat pergerakan lempeng jenis konvergen. Namun, saat densitas dari kedua lempeng tidak terlalu jauh berbeda maka dapat muncul pegunungan api seperti pada Pegunungan Himalaya.

Konservatif
Bila pada pergerakan jenis divergen maka dapat memungkinkan terjadinya lempeng baru dan konvergen dapat meniadakan lempeng, pada jenis konservatif lempeng tersebut tidak hilang ataupun terbentuk suatu lempeng baru lagi namun saling bergeser sehingga memungkinkan aktivitas gempa bumi yang cukup tinggi. Contohnya adalah pada Lembah Sianok di Pulau Sumatra dan San Andreas di Amerika Serikat.


Jumat, 31 Agustus 2012

Catatan Orang Asing (COS) #2

Dan sekarang menindaklanjuti sekuel pertama dengan judul "Catatan Orang Asing (COS) #1" kembali dihadirkan "Catatan Orang Asing (COS) #2". 

cheerrrssssss....

Sebenernya jalan-jalan yang kemarin bisa dibilang dibagi jadi tiga part/bagian, langsung:


Part 1, being a half singaporean. Pas ini baru banget sampe Singapur terus langsung nginep di asrama mahasiswanya NTU. Waktu di Singapur part 1 ini sekitar 3 hari, dihabisisn buat jalan-jalan keliling Marina Bay, liat-liat Art Science Museum of Singapore, eksibisi Andy Warhol dan Harry Potter juga keliling-keliling NTU.

disamping kiri ini gambar student hall mahasiswa NTU, semacam tempat kumpulnya mereka per asrama dan ada lebih dari 20 asrama. TV flat, wifii, X Box, siapa yang nga mau coba?

pas lagi jalan ketemu yang beginian, mau naik lupa SIM nya berlaku di Singapur. Duh!

Part 2, menjajah Malaysia. Nah, disini iseng aja jalan ke Malay naik Bus dari Singapur. Sialnya, pas mau berangkat ane kena tipu jadi terpaksa kehilangan beberapa dollar singapur tapi sudah diikhlaskan kok. Petronas tower (disini 100% kagum sama Petronas) dan Genting Highland Park jadi sasaran utama perjalanan. "Yah, not so bad lah", klo kata orang Malaysia. Waktu yang dihabisin disini juga sekitar 3 hari. 

di KL ternyata ada beginian!

Part 3, (almost) being a singaporean. Yup, ternyata dah mulai agak suntuk pas hari-hari terakhir. Singapur ternyata kecil dan panas jadinya nga enak buat jalan-jalan ditambah ongkos makan sama transportasi yang nga murah walaupun dijamin nganga klo dibandingan sama di Indo. Beli jajan, keliling Sentosa Island sama keliling-keliling di sekitar daerah India kerjaannya cuman tiga hal itu doang. hehe...

di KL bisa jadi ada Es Teler 77 tapi di Singapur ada Ayam Penyet yang laris parah


Pelajaran Penting Ramadhan Kali Ini.


Pelajaran Penting Ramadhan Kali Ini.

Mungkin bisa dibilang ada hikmahnya juga ya. Ramdhan emang selalu membekas, bulan ini nga akan pernah sama kayak bulan lainnya. Secara lahir dan batin memang luar biasa adanya bulan Ramadhan ini. nga bisa dipungkiri klo merefer ke tahun-tahun sebelumnya, pas lagi di bulan-bulan setelah ramadhan pasti ada satu tempat dalam hati ini yang menginginkan bulan itu lagi walaupun ada waktu dimana nafsu berusaha mengalahkan semangat berpuasa tapi ya mau nga mau yang beginian kan harus diredam. Di sisi lain pasti ada waktunya hati merasakan ketenangan dan ketentraman yang nga bisa dicari di bulan-bulan lainnya. Selain itu semua selesai bulan ramadhan juga ada waktunya merasakan penyesalan yang nga tanggung-tanggung, selalu ada bisikan “kenapa pas puasa nga khatamin quran aja ya”, “duh, ibadahanya masih sekedarnya nih masih nanggung”, juga ada bisikan,”sayang banget belum bisa maksimalin bulan ramadhan harus nunggu 11 bulan lagi itu juga klo dikasih, semoga dikasih ya Allah”. Terus-terusan ada aja bisikan yang begituan.

Anyway, pelajaran-pelajaran yang simpel tapi penting itu:

Tidur habis sahur. Beware sama hal yang satu ini, pertama nga ada jaminan bisa bangun pas adzan subuh dikumandangkan yang berlanjut solat shubuh ngaret. Cukup beruntung klo ngaretnya cuman beberapa menit maksimal 30 menit lah klo sampe se-jam atau bahkan lebih? Bahayanya jelas kan? Kedua, bangun-bangun serasa hangover terus jadi kayak kurang efektif klo mau ngapa-ngapain bisa juga gara-gara hangover ini yang tadinya dah bangun pas adzan bisa tidur lagi, biar dikata setan dikurung pas bulan ramadhan klo dikurungnya dalam hati masih bisa ngegodakan? Nga jadi jaminan setan yang dikurung nga bisa ngegoda manusia berbuat maksiat pas dalam kurungan. Biar nga tidur pas sahur bisa banyak sih alternatifnya, bisa manfaatin waktu buat tadarusan lumayan ada waktu satu ayat juga dah syukur banget apalagi bisa satu lembar gila lagi satu surat. Klo nga sekarang kan dah ada TV bisa deh nonton acara-acara yang bagus-bagus semisal Omar tentang kepemimpinan Umar Bin Khatab pas jaman kekhalifahan. Intinya mah banyak alternatifnya biar nga tidur habi sahur.

Sinetron Omar di salah satu stasiun TV swasta, bercerita
tentang  masa kepemimpinan khalifah Umar Bin Khatab
Jadi pahala hunter. Pasti dan jelas yang satu ini mah, coba aja cek bulan manalagi yang klo kita berbuat kebaikan pahalanya jadi berkali-kali lipat, baca satu ayat pahalanya menggila. Cuman di bulan Ramadhan doang lo. Cuman ya sayangnya iman kan suka naik turun jadi susah banget menjaga tingkat konsisten dari ibadahnya. Untungnya nih, teknologi sekarang kan dah gila-gilaan yaudah sering-sering aja nonton TV kan banyak tuh acara-acara bertajuk rohani klo nga follow akun yang ngetwit tentang hadis atau quran biar terus keinget jadi manfaatin teknologi buat jadi pengingat kita dalam beramal.

Belajar disiplin. Ngapain coba pagi-pagi bangun terus makan? Dah gitu ada waktunya jadi nga bisa terus-terusan, Habis itu ibadah wajib, 5 kali lagi dan nga bisa digabung jadi ada waktunya masing-masing. Terus baru bisa makan lagi di waktu tertentu, nga bisa semaunya. Ada juga ibadah yang nga wajib/sunah ini juga ada waktunya nga bisa sembarangan juga ada ketentuannya sendiri. Kerasa nga sih walaupun sederhana ini juga salah satu bentuk kepatuhan kita terhadap suatu ajaran, kepatuhan ini membuat kita disiplin sama waktu sama agama kita juga, Islam. 
"Intinya islam mengajarkan kita disiplin juga loo..."
Istimewanya pas bulan Ramadhan secara nga langsung kita jadi Adzan hunter(tadi pahala hunter), 5 menit sebelum buka puasa mayoritas dari kita pasti dah cari tempat yang enak di depan tv terus rutin ganti-ganti saluran tv buat liat mana yang adzan maghrib duluan. Adzan maghrib juga dah jadi adzan paling populer kayaknya. Intinya islam mengajarkan kita disiplin juga loo, paling kentara pas bulan ramadhan ini.

Yup, tiga hal sederhana ini ya baru tiga. Semoga kedepannya makin banyak pelajaran yang bisa diambil  

Jumat, 10 Agustus 2012

Catatan Orang Asing (COS) #1

Berawal dari kalimat, "enaknya liburan kemana ya?", dilanjutkan dengan kalimat, "eh, ada tiket promo nih", terus ditambah, "wuih, kapan-kapan? kemana aja?". Pas dicek ke situsnya tiket promonya ada untuk tahun depan pas satu tahun hitungannya. Di saat-saat panik harus memilih tahun depan yang belum pasti waktu liburannya atau duitnya disimpen aja kali nanti bisa dijajanin buat beli gadget-gadget idaman atau jalan-jalan lokal yang deket-deket. Eh, malah keblablasan pesen tiket promo untuk tahun depan yang belum tahu nanti ada kesibukan apa besoknya ke negeri tetangga Singapura dan Malaysia. Hmmm... sedikit penasaran sih, tapi paniknya KEBANYAKAN.

Jeng-jeng, persiapan insyaAllah dah matang. Duit buat disana? Aman. Tempat tinggal? Aman? Eitss tunggu dulu sempet ada sedikit kepanikan pas di Malaysia mau tidur dimana dan akhirnya teman seperjalanan saya yang disebut dengan nama Ryan memiliki sanak saudara yang telah berganti kewarganegaraan dan memiliki kamar kosong untuk ditiduri, naisss.. 

Dengan mengucap basmalah perjalanan suci ini pun dimulai, Bismillahrrahmanirrahiiim. 

Yap, perjalanan pertama kali ke tempat yang hampir 100% berbeda budaya memang penuh dengan rasa dag-dig-dug. Pas dah landing di Changi Airport, Singapore langsung dibuat terheran-heran jelas karena muka asianya sedikit banget bahkan bisa dihitung jari. Terus yang nambah seru adalah kebingungan saat mau beli EZlink Card yang biasa dipake untuk transportasi umum di sana. Petugasnya kebingungan dengan bahasa Inggris yang gw pake tapi pas ditanya, "where do you come from?", gw jawab, "Indonesia". "Oh, saya ada keturuanan jawa", dan akhirnya EZlink Card pun terbeli dengan nominal 12 Dollar Singapore. Harga kartunya 5 Dollar dan 7 Dollar isinya yang bisa dipake kemanapun sampe habis isi 7 Dollarnya. 

Gambar diatas itu foto paling lucu pas lagi ada sepasang suami istri bawa anaknya dengan gaya semacam traveller.
Asikk dah

---
to be continued