Minggu, 26 Maret 2017

Apa bisa membuat peta pakai google maps?

Bila pertanyaannya adalah judul di atas maka jawabannya adalah "iya", bahkan sangat mudah. Coba saja googling mymaps atau buka link ini lalu ikuti manual penggunaannya disini, tinggal klik-klik jadi peta arah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya. Bagi yang sudah familiar dengan dunia navigasi bahkan bisa eksplor lebih lanjut dengan openstreetmap atau bing atau lainnya yang masih banyak lagi. Tidak hanya membuat arah antar lokasi (point of interest) tapi juga bisa membuat area (polygon) yang mendeskripsikan bangunan atau wilayah juga garis (line) untuk jalan atau perairan. 

Namun, bagaimana bila googlemaps digunakan untuk membuat peta untuk kepentingan pembangunan atau kepentingan lainnya yang dianggap penting?

Tadi sore dari beberapa group whatsapp ada yang men-share link berita tentang instruksi memetakan lahan sawah dengan menggunakan google maps dari Menko Perekonomian sehingga saya penasaran apa memang benar bisa? Bukan bermaksud ingin menyalahkan instruksinya karena bisa jadi media memberikan informasi yang salah karena yang diberitakan hanya sebagian saja informasinya sehingga berbeda substansi atau mungkin yang dimaksud Pak Menko berbeda dengan yang ingin diberitakan atau ada maksud-maksud lain yang hanya Gusti Allah yang tahu, who knows. Mari kita coba bahas, satu per satu secara ringan. 

screenshot berita


Apa itu google maps?
Secara sederhana kita bisa definisikan, google maps adalah aplikasi berbasis web yang menampilkan muka bumi dengan berbagai macam informasi di dalamnya, atau bahasa inggrisnya dari situs techtarget,com adalah "Google Maps is a Web-based service that provides detailed information about geographical regions and sites around the world. In addition to conventional road maps, Google Maps offers aerial and satellite views of many places. In some cities, Google Maps offers street views comprising photographs taken from vehicles.Google Maps offers several services as part of the larger Web application, as follows.
  • A route planner offers directions for drivers, bikers, walkers, and users of public transportation who want to take a trip from one specific location to another.
  • The Google Maps application program interface (API) makes it possible for Web site administrators to embed Google Maps into a proprietary site such as a real estate guide or community service page
  • Google Maps for Mobile offers a location service for motorists that utilizes the Global Positioning System (GPS) location of the mobile device (if available) along with data from wireless and cellular networks
  • Google Street View enables users to view and navigate through horizontal and vertical panoramic street level images of various cities around the world
  • Supplemental services offer images of the moon, Mars, and the heavens for hobby astronomers."
Panjang kan definisinya? Ya kira-kira seperti itulah atau bisa googling sendiri definisinya. Kalau buat saya sendiri, google maps itu adalah aplikasi yang menampilkan permukaan bumi yang teramat sangat informatif dengan beragam kemudahan untuk penggunanya, bisa dipakai di telepon genggam dan PC, bisa nge-link dengan akun google jadi bisa simpan semua lokasi dalam satu akun, enggak perlu repot, tinggal buka klik mau kemana aja jadi dan gampang, bener-bener sangat bermanfaat. Kalau dilihat dari asas kebermanfaatannya, pembuat aplikasi google maps ini pahalanya sepertinya sangat besar karena bisa membantu banyak orang, seperti ibu-ibu yang tiba-tiba ingin melahirkan tapi tidak tahu lokasi rumah sakit terdekat atau orang tersesat yang ingin mencari penginapan tinggal ketik "hotel near me" atau "hospital near me" langsung muncul semua informasi point of interest sesuai kenginan kita. 

Namun bagaimana dengan data di dalam google maps itu sendiri? 
Google maps memang menyajikan data dengan sangat user-friendly namun bagaimana dengan kualitas data tersebut apa bisa dipertanggungjawabkan? apa data google maps dapat dijadikan acuan? Biasanya informasi tentang data tercantum dalam metadata namun sayangnya begitu saya mencoba googling, apakah google maps memiliki metadata? ternyata hasilnya kurang memuaskan, dari beberapa forum di internet jawabannya google maps tidak memiliki metadata yang cukup baik. Kalau tidak percaya coba googling sendiri. Begitu pula dengan web-based service lainnya serupa google maps seperti openstreetmap, bing, dll ternyata tidak memiliki metadata yang baik pula. Jadi kesimpulannya, karena tidak memiliki metadata maka data tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan bila digunakan lebih lanjut

Apa itu peta lahan sawah?
Walaupun sudah coba googling sana-sini, saya masih tetap takut bercerita tentang peta lahan sawah karena memang bukan kompetensinya. Sepemahaman saya bila peta lahan sawah adalah peta tematik maka sebelum melakukan pemetaan tematik maka dibutuhkan peta dasar pada skala yang sama. Kenapa harus pada skala yang sama? Karena diatur pada Pasal 20 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Apa itu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial? Yaitu adalah payung hukum per-geospasial-an di Indonesia, jadi semua produk geospasial harus mengacu kesitu. 

Balik lagi, apa itu peta lahan sawah? Karena saya tidak berani bercerita, jadi ya tidak perlu dibahas sajalah,  Apa itu peta lahan sawah? CORET.

Apa bisa membuat peta pakai google maps?
Oke, bisa atau tidak ya? Bila yang membuat peta tersebut adalah anak SD untuk tugas sekolahnya membuat rute dari sekolah ke rumah maka jawabannya adalah bisa (sesuai paragraf pertama) namun bila untuk keperluan strategis nasional (cie..) maka jawabannya adalah tidak, karena bila peta yang dimaksud adalah produk geospasial maka produk geospasial tersebut haruslah sesuai dengan aturan mainnya di Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial.

Bagaimana UU No.4 tahun 2011 mengatur produk geospasial?
Mohon ijin para pakar, saya hanya mencuplik-cuplik sedikit saja. Sebelum dibahas lebih lanjut, mungkin kata peta akan tergantikan dengan informasi geospasial. Buat saya sendiri ini hanya masalah bahasa, kata dan rasa (cie..), peta dapat diartikan sebagai informasi tentang permukaan bumi di atas bidang datar sedangkan informasi geospasial dijelaskan pada Pasal 1 ayat 4 UU No. 4 tahun 2011 secara lebih menyeluruh dimana menurut saya peta termasuk salah satu informasi geospasial juga. Informasi Geospasial dibagi menjadi dua yaitu Informasi Geospasial Dasar dan Informasi Geospasial Tematik, untuk lebih jelasnya bisa diunduh disini. 


Asas dan Tujuan pada Pasal 2 dan 3 UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial


Pada pasal 2 dan 3 UU No. 4 tahun 2011 memberikan poin-poin asas dan tujuan dari produk geospasial. Setidaknya dari asas dan tujuan tersebut mari kita bahas 2 poin yang mengatur produk geospasial, yaitu "keakuratan" dan "dipertanggungjawabkan".

Produk geospasial jelas harus memiliki nilai akurasi yang jelas, yaitu akurasi geometris dan atribut. Akurasi geometris adalah ketelitian geometri secara horizontal dan vertikal sedangkan akurasi atribut adalah ketelitian atribut dari informasi yang disajikan. Nilai akurasi tersebut diperoleh dengan membandingkan produk geospasial yang telah jadi dengan data yang memiliki nilai lebih pasti (nilai geometri yang lebih pasti diperoleh dari hasil pengukuran gps geodetik di lapangan dan nilai atribut yang lebih pasti diperoleh melalui survei lapangan secara langsung).

Nilai akurasi tersebut setidaknya ditampilkan pada metadata atau menjadi bagian dari informasi produk geospasial tersebut sehingga data tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Data yang dapat dipertanggungjawabkan tidak hanya dilihat dari ketersediaan informasi nilai akurasinya saja tapi juga informasi mengenai proses, tahapan pekerjaan serta sumber data harus jelas. 

Bila menggunakan googlemaps atau web-based service semacamnya nilai akurasi, informasi mengenai proses, tahapan pekerjaan hingga menjadi web-based service tersebut tidak dijelaskan, sumber datanya pun hanya sekedarnya. Beberapa forum di internet pun tidak menganjurkan menggunakan googlemaps untuk scientific works seperti di forum researchgate.

Tantangan dan solusi
Sekarang ini produk serupa googlemaps yang menampilkan "peta digital" menjadi semakin tidak asing namun keilmuan yang mempelajari dasar-dasar pembuatan peta masih asing seperti geodesi, geomatika, kartografi dan geografi. Menurut sebagian orang mungkin kita masih belum terbuka sehingga keilmuan tersebut masih terasa aneh di masyarakat umum. Salah satu cara agar terbuka katanya adalah dengan lebih banyak menulis atau bercerita tentang pembuatan peta.

Terima kasih bagi yang telah membaca :)

---

disclaimer :

  1. Metode pencarian informasi dilakukan dengan googling tentang googlemaps. Jadi Untuk google, dari google dan oleh google
  2. Butuh lebih banyak diskusi dan kajian untuk membahas hal serupa
  3. Masih pendapat pribadi jadi mohon maaf apabila ada salah kata


Jumat, 11 Desember 2015

Hai, apa kabar?

Hai, apa kabar mu?
Hai, apa kabar mu yang (jauh) disana?
Yang berteriak malu pada dinding sepi
Yang menunggu malam sejak pagi
Yang berjalan entah kemana

Mungkin harus berhenti atau malah berlari
Kembali berpikir atau terus mengejar sesuatu yang tak pasti

Ini semua tentang dia dan Dia
Kalau memang harus kucari jawabnya
Akan kucari, walaupun harus ke langit ke-tujuh


Sabtu, 28 Maret 2015

Apa yang paling penting untuk diperjuangkan dalam hidup ini?

Secara tiba-tiba teman saya me-whatsapp saya seperti ini, "Mon, sebenarnya apa point penting dalam menjalani perjuangan hidup ini?". Berat nga sih pertanyaannya? Sumpah ini orang mikir apa sampe tiba-tiba nanya pertanyaan beginian dan seketika itu juga saya tertarik untuk menulis kembali di blog ini dengan judul 

Apa yang paling penting untuk diperjuangkan dalam hidup ini? 

Kira-kira apa ya? 

Apakah harta? Sehingga membuat kita larut dalam pencarian rezeki. Dalam 24 jam kita terus-terusan sibuk mendulang uang. Ada kerjaan disana diambil, ada kerjaan disini diembat. Semuanya dikerjakan semata-mata untuk menumpuk harta. 

Apakah kedudukan dan kekuasaan? Ini penting sekali untuk diperjuangkan tapi ya tapi harus jelas bukan semata karena ego pribadi atau ambisi sesaat. Biasanya yang muncul hanya dengan landasan ego dan ambisi ditambah bumbu "merasa lebih baik dari yang lain" ini bakalan jatuh dengan sendirinya dan terus-terusan tidak pernah puas. Sudah jadi ketua RT mau jadi ketua RW sudah jadi Gubernur malah mau jadi Presiden. Tapi kalau memperjuangkan kemerdekaan dengan melawan kedudukan dan kekuasaan kolonialisme belanda dan imperialisme jepang ini jadi wajib karena saudara sebangsa kita diperas keringatnya dijadikan babu dan diperbudak untuk kekayaan kolonial dan imperial. 

Apakah cinta? Yaampun 2015 masih ngomongin cinta? Udah bukan zamannya lagi. Aksi coy aksinya mana?

Jadi apa yang patut diperjuangkan? 

Seketika itu juga setelah teman saya bertanya, saya langsung mencari buku-buku yang sekiranya dapat menjadi rujukan ternyata saya sendiri yang terjebak pada pertanyaan tersebut. Mungkin pada akhirnya sesuatu yang patut kita perjuangkan adalah apa yang kita anggap benar tanpa pernah melakukan pembenaran dengan terus merasa rendah hati mengakui kelebihan orang lain

Keterbatasan akal dan pikiran kita tidak akan pernah membuat kita bersandingan dengan Tuhan bahkan seorang Einstein saja hanya mampu memaksimalkan kemampuan otaknya 5%. Tidak akan pernah ada seorang ahli bangunan merasa lebih baik daripada seorang fisikawan karena mereka berada di ruang yang berbeda. Merasa rendah hati bukan berarti tidak mampu dan tidak berhak ikut campur namun merasa bahwa suatu permasalahan sudah ada orang yang menekuninya tentunya orang tersebut memiliki kelebihan di bidang permasalahan tersebut. 
-- Weslah ngomong opo aku iki, ra nggenah blasss

Sudah lah sekarang itu tekuni saja apa yang sedang kamu kerjakan. Pahami mana yang benar dan mana yang salah. Jangan pernah sekalipun melakukan pembenaran, jadilah bijak dengan mengakui kesalahan karena salah bukan berarti kalah. Akui kelebihan orang lain dan jangan pernah puas dengan terus merasa rendah hati. 

Tulisan ini adalah catatan yang bagus untuk diri sendiri. 
Selamat merenung. 

Jumat, 16 Januari 2015

2014 nya sudah 16 hari

Sebenarnya sejak 16 hari yang lalu tahun 2014 sudah ditutup tapi rasanya untuk terbiasa menyebut 2015 masih sangat sulit mungkin karena ada sesuatu yang sulit dilupakan atau mungkin juga itu semua sekedar perasaan. Mungkin.

Tapi sumpah! Judul diatas terjadi tanpa sedikitpun unsur kesengajaan. Saat meletakkan angka 5 dan bukan 4, itu terjadi dari alam bawah sadar dan tiba-tiba begitulah hasilnya seperti terjadi, maka terjadilah. Yah, bolehlah saya sebut 2015nya sudah 16 hari. Sudah 16 hari berarti sudah setengah bulan. Sudah setengah bulan berarti?

Berarti? Semakin berartikah hari-hari saya nantinya?

You worry things, you shouldn’t have to
Pastinya sebagai manusia biasa terkadang kita bakal berpikir ngawang jauh ke depan tentang banyak hal, semisal entar kira-kira 5 tahun lagi bakal lagi ngapain ya? Tapi semakin dipikir semakin ngawang kemana-mana malah semakin berbenturan dengan realitas. Mungkin karena terlalu terlalut dalam khayalan jadinya malah makin nga karuan and it makes us worry sometimes a little bit too much.
Khayalan, it makes us worry sometimes a little bit too much

Just make things simpler
Saat kita hidup buat sekarang, di detik-detik yang terus berlalu, kenapa tidak melakukan sesuatu sebaik-baiknya. Yah, walaupun perkataan itu tidak semudah perbuatan tapi kenapa tidak (lebih dari sekedar) dicoba? Dicoba untuk berbuat sebaik-baik mungkin, berbuat apa? Yah berbuat apapun. Kalo di kantor, berbuat sebaik mungkin tentang amanah yang dikasih ke kita dan jadi tanggung jawab kita. Mengeluh? Wajar. Mungkin beban kerja terlalu besar atau terus-terusan salah (malah mungkin disalahin mulu) atau mungkin merasa bisa mengerjakan yang lain tapi nga dikasih-kasih. Yah, namanya juga hidup, terkadang ada sesuatu yang kita nga mau terima tapi cuman itu doang yang dikasih. Tapi kalo mengeluh terus? Nga wajar.
kenapa tidak melakukan sesuatu sebaik-baiknya
Actually, time is limited
Mau dipaksa bagaimana juga waktu nga akan pernah berhenti apalagi berjalan mundur jadi jangan pernah berharap bisa memperbaiki kesalahan di masa lalu. Klo dulu pernah salah, usahakan sebaik-baiknya sekarang jangan sampai salah lagi. Ada kalanya hidup bakal diatas tapi pastinya biar bisa sampai atas juga dari bawah dulu, eh pas udah sampai atas langsung ke bawah lagi. Jadi percuma kalo mengeluh terus, yang ada juga capek. Mengeluh sekali aja, jadiin bahan kritik buat diri sendiri. Dari kritik buat diri sendiri langsung cari solusi dari masalah yang kita anggap keluhan. Terkadang masalah itu bukan masalah sampai kita mengganggap itu masalah.
Terkadang masalah itu bukan masalah sampai kita mengganggap itu masalah
Dari ucapan-ucapan saya yang terdengar sotoy diatas, biar asik, saya ingin mencoba menarik kesimpulan.

Kesimpulannya?

Sepertinya saya harus sesegera mungkin menemukan teman hidup. #Badadumtessss

Minggu, 30 November 2014

Hamdalah

Pernah ngebayangin pas bangun pagi tidak bisa membuka mata? Atau pas mau bangun, badan tidak bisa digerakkan sesentipun? Sulit memang untuk membayangkan kalau hal seperti itu terjadi. Tapi kita tidak perlu repot-repot membayangkan yang tidak enak. Bayangkan saja nikmatnya membuka mata di pagi hari lalu nikmatnya dapat menghirup udara segar yang masih bebas polusi, bayangkan nikmat yang enak-enak pas pagi hari terus coba diitung ada berapa banyak? Coba diitung di 10 menit pertama pas bangun pagi, dimulai dari buka mata terus gerakkin tangan sama kaki (sulit ngebayangin berapa banyak tulang yang bergerak, kan ini termasuk nikmat juga), terus berdiri dari tempat tidur, terus terus terus banyak banget. Tapi coba kita inget lagi terselip kah kata Hamdalah diantara semua macam nikmat yang kita rasakan pas pagi hari di 10 menit pertama?

Alhamdulillahilladzii ahyanaa ba’damaa amaa tanaa wa ilaihinnusyuur 
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan dan hanya kepadaNya lah kami kembali

Sebenernya klo mau jujur, diantara 10 menit itu dan setelah 10 menit itu juga bukan air wudhu yang diambil tapi handphone duluan. Status orang-orang di twitter atau path bisa jadi lebih penting ketimbang mengingat yang telah menghidupkan kita setelah mematikan. Mungkin di jaman sekarang salah satu level keimanan bisa diukur dari air wudhu apa handphone dulu nih yang dicari setelah bangun tidur, mungkin.

Tapi klo dipikir-pikir, nikmat yang dikasih dari awal bangun pagi itu dah banyak banget. Pantes aja diulang-ulang terus di surat Ar Rahman. Tidak tangggun-tanggung diulangnya sampai 31 kali.

Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan


Semakin dipikir, semakin sedih sama diri sendiri. Tapi harus dipikir jadi sedih sama diri sendiri. *puk-puk*


Selasa, 11 November 2014

Tentang rasa


Sepertinya kita saling memendam kata yang tersimpan dalam hati. Entah apa yang menyumbat tapi sulit sekali mulut ini hanya sekedar untuk mengucapkan kata, “apa kabar?”. Atau mungkin aku terlalu percaya diri hingga merasa kalau dia juga merasakan yang sama dengan yang kurasa.

“Hai, apa kabar?”, sapaku dalam hati. Seperti biasa aku tak sanggup bertegur sapa padahal dia hanyalah selangkah di depanku. “Bodoh, bodoh, bodoh”, seolah aku berbicara dengan diri sendiri. Hanya untuk menatap matanya saja aku takut, aku keliyepan, entah kemana arah mataku.

Berulang kali hal yang sama terjadi. Berhari-hari aku melakukan hal serupa. Sudah berlangsung lama sejak aku mengagumi dia, aku hanya terus berlari entah ke arah mana yang jelas tidak sejengkalpun aku semakin dekat dengan dia.

---

Dia seperti angin, seolah tak ada tapi selalu kurasa.

Sesekali aku melihat dia dari kejauhan, lebh tepat kalau dibilang aku ini mencuri pandang. Seperti kebanyakan perempuan, setiap dia menegakkan kepalanya, aku langsung sigap seolah-olah aku memperhatikan hal lainnya.

Sesekali pula aku dengan sangat sengaja berjalan di depan dia, persis di depannya. Berharap kalau dia menegurku terlebih dahulu lalu berlanjut pada obrolan yang lebih jauh. Ah, tidak, tidak. Dia terlalu sibuk sepertinya  dengan buku yang selalu bertumpuk di atas meja atau larut dalam obrolan tanpa arah dengan teman-temannya.

Mungkin waktu akan membantuku, menghilangkan semua rasaku tentang dia.
Terima kasih untukmu, waktu.

--

Mungkin rasa hanyalah sekedar rasa. Sampai kapanpun hanyalah sekedarnya.




Modus ke Allah

Modus, suatu kata yang nga asing buat orang yang lagi PDKT. Biasanya nih pas lagi mau mendapatkan hati seseorang yang menjadi dambaan, hari-hari kita akan penuh dengan modus. Mulai dari tiba-tiba ngajakin ngobrol, comment status medsosnya doi sampai ngegombal-gombal sampe rambut jadi gimbal. Tapi kayaknya modus nga cuman klo lagi PDKT, bisa juga pas kita mau naikin uang saku bulanan, udah dipastikan kita modus nih ke orang tua. Bisa jadi tiba-tiba baik banget ke orang tua, dari ngebantuin bersih-bersih di rumah atau jadi nurut banget disuruh-suruh apa aja mau. Berarti bisa dibilang klo modus itu pas ada maunya aja, pas kita mau ngedapetin sesuatu.

Nah, kalau menurut KBBI, definisi modus yang paling sesuai dan mendekati dengan yang biasanya kita maksud sehari-hari adalah –desiderative modus yang menyatakan keinginan, --optatif modus yang menyatakan harapan. Saya bukan ahli bahasa tapi kemungkinan diartikan sebagai suatu aksi yang menyatakan keingin dan harapan, mungkinn..

Tapi terkadang kita lebih sering lupa kalau ada Zat yang Maha Kuasa, menguasai setiap apapun yang hidup dan mati, Zat yang Maha Tahu, mengetahui setiap misteri tentang waktu yang akan datang dan memberi hikmah dari setiap kejadian yang telah lalu. Dia yang menguasai hati setiap makhluk yang ada di dunia ini, hanya Dia yang sanggup membolak-balikkan hati siapapun dan apapun.

Tanpa perlu modus dan mendekatinya, sesungguhnya Dia amat dekat
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (Qaff:16)

Bahkan lebih tahu apa yang kita butuhkan
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (Al Baqarah:216)
Tapi dalam prosesnya pendekatan ke Yang Maha Atas Akan Segala Sesuatunya ini tidak mudah, bahkan dalam beberapa ajaran tradisional lain proses pendekatan ini dilalui lewat proses penyiksaan. Klo kita lihat di India pasti banyak orang-orang yang sengaja menyiksa dirinya sebagai proses pendekatan ke dewa atau demi menjadi manusia yang mempunyai derajat tinggi. Ada juga seperti biksu-biksu yang berdiam diri dan menjauhkan dari kehidupan dunia untuk dapat semakin dekat kepada Dia.

Mungkin, dan ini sekedar mungkin, proses pendekatan kita juga bisa melalui berkenalan melalui pesan-pesannya di dunia yaitu Al Quran juga lewat ajaran-ajarannya seperti berbagai macam bentuk ibadah, bisa juga melalui sang pembawa pesan sekaligus ajaranNya yaitu Rasullullah. Yang tidak perlu melalui proses penyiksaan dan pemisahan secara utuh dari kehidupan yang bersifat dunia. Semua ibadah wajib, puasa sunnah, baca Quran dan lain sebagainya dijadiin sebagai proses pendekatan ke Yang Maha Kuasa.

Yah, namanya juga manusia ya, banyak maunya, pingin ini, pingin itu tapi nga pernah mau ngedeketin Yang Maha Memiliki. Mungkin jawaban atas segala macam permasalahan yang sedang kita hadapi ada jawabannya dalam Al Quran, mungkin segala macam kegelisahan hati kita dapat ditenangkan dengan mengingat namaNya, mungkin segala macam kesulitan kita tidak akan pernah sebanding dengan kesulitan yang pernah dihadapi oleh Rasullullah saat menyebarkan agama Islam.

Semoga saya juga selalu mengingat Allah kapanpun dan dimanapun. Inget rezeki, larinya ke Allah, mau cari jodoh, larinya ke Allah, mau ini mau itu larinya ke Allah. Susah banget tapi ya coba kita usahakan bersama (siapa ya?).


Rabu, 15 Oktober 2014

Perkara Jodoh

Sebenarnya saya udah menyiapkan tulisan yang lebih mutu buat judul "Perkara Jodoh" nih, bahannya dari berbagai sumber yang valid sama top dan lebih islami tapi agak males buat ngepublishnya jadi langsung aja dah pake bahasa yang lebih simpel dan nga ngejelimet, hampir kaya curhat tapi nga asal dicurahkan...



Sebenarnya udah agak bosen buat ngomongin jodoh lagi jodoh lagi. Saya juga sadar yang kayak beginian mah harus dibuat renaksi (rencana aksi) nya. Jangan cuman diumbar jadinya kaya mancing di atas jalan tol a.k.a sia-sia, nga akan dapet ikan. Klo "Perkara Jodoh" itu diomongin terus jadinya cuman capek dan lelah... Saya juga dah capek sama bullying yang dilakukan oleh berbagai pihak dan oknum tapi disisi lain bingung harus mulai darimana huffftt... Setiap mau mendekati kamu, iya kamu, if clausenya kebanyakan. Sangking banyaknya sampe bingung mau ngapain. Akhirnya semuanya ketahan sampe dibelakang bibir kayaknya sekitar tenggorokan. Ditambah saya juga bukan orang yang suka ngomong apalagi pinter ngomong. Syit.. Ngebayangin rintangan dari dalem aja dah banyak gini belum yang dari luar. Tapi saya harus belajar.

Bismillahirrahmaanirrahiim.



Cuman berdasarkan nasehat beberapa teman saya, coba pendekatannya ke Yang Maha Menguasai Hati, Yang Maha Atas Segala-galanya. Jadinya: Biasanya di akhir solat saya selipin doa tuh, "Ya Allah pertemukanlah hambaMu ini dengan jodoh terbaik menurutMu. Jodoh yang sanggup bersama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan hanya kepadaMu. Pertemukanlah kami di tempat yang Engkau ridhoi dan di waktu yang Engkau rahmati. Lalu jadikanlah hambaMu ini ridho dengan takdirMu". Top banget nga sih doa saya.. Tapi ya namanya iman suka naik sering turun. Bismillah semoga konsisten terus ya Allah..

Biasanya nih, saya nulis yang beginian di tumblr tapi wes kadung.